“Diwajibkan bagi kamu untuk berlaku jujur,

karena sejatinya kejujuran itu menunjuki pada kebenaran,

kebaikan itu menghantarkan ke surga.

Seseorang tiada henti-hentinya berkatadan berlaku jujur

dan mengusahakan dengan sungguh-sungguh akan kejujuran,

sehingga dia dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur”.

(HR. Bukhori).

Jujur atau benar merupakan sifat mulia yang cintai Allah. Jujur juga disenangi oleh Rasulullah. Para malaikat pun bertasbih dan memuji orang yang membiasakan berlaku jujur, bahkan semua makhluk yang ada di dunia ini memuja dan memujinya. Betapa mendapatkan keberuntungan yang besar orang yang dititipi kejujuran. Kejujuran akan membawa keberkahan hidup di dunia dan keridloan Allah. Manusia akan merasa dekat dan menantikan sosok-sosok yang memiliki kejujuran. Jujur dalam bahasa Arab disebut dengan sidiq (al-Shidqu). Jujur atau sidiq adalah kesesuaian antara yang batin dan yang dhohir, yang rahasia dengan yang nyata, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan semata-mata karena Allah. Jujur merupakan kesamaan antara hati, ucapan, dan perbuatan. Dikala dia harus berkata, maka yang dia katakana adalah kenyataan. Yang benar dia katakan benar walaupun terasa pahit. Yang salah dia katakana salah walaupun getir. Bukan dikatakan jujur, orang menutupi aibnya dengan bersilat lidah. Bukan dikatakan jujur, orang yang bermuka manis di hadapan orang, bermuka masam dikala dia pergi. Bukan dikatakan jujur, orang yang terpaksa melakukan pekerjaan. Bukan dikatakan jujur, orang yang bersikap seperti penjilat. Bukan dikatakan jujur, di hadapan orang memuji di belakan mencerca.

Kejujuran merupakan pancaran iman. Kejujuran tidak dapat dibua-buat. Jujur tulus muncul dari hati nurani yang terdalam. Dari hati yang malu kepada Allah, jujur itu bersemi. Di hati yang tulus dan terjaga keikhlasannya kejujuran tumbuh dengan suburnya. Tidak ada yang mengetahui wujud kwjujuran, selain dia dan Allah semata.

Jujur terpercaya merupakan pangkal kesuksesan hidup. Orang yang sukses adalah orang yang tidak pernah mengakui kejujuran itu muncul dari dirinya, melainkan semat-mata merupakan ma’unah Allah. Kejujuran begitu sangat berharga dalam kehidupan. Tanpa kejujuran hancur berantakan tatanan dan system kehidupan. Orang yang selalu berkata jujur, akan menempati ruang istimewa di hati manusia. Apapun yang disampaikan olehnya, akan dipercaya orang. Kalau orang itu sudah percaya kepadanya, apapun yang dilakukan membawa ketentraman hatinya. Apapun diberikan kepadanya, tak ketinggalan bonus cuma-cuma. Jujur sejatinya membawa keberuntungan. Jujur menarik rizki dari langit. Dan jujur adalah pintu keberkahan. Di manapun dia pijakkan kakinya kalau jujur modalnya, dia akan mengundang simpati siapapun. Semua orang akan mempercayainya. Anak-istri akan percaya kepada suaminya yang jujur, manakala dia bebergian keluar kota dalam beberapa hari. Orang tua akan percaya anaknya yang jujur saat di luar rumah. Murid yang jujur akan dipercaya gurunya. Pembantu yang jujur akan disenangi majikannya.

Seorang direktur jika percaya pada karyawannya lantaran kejujurannya, tanpa ragu-ragu lagi pasti dia akan mempercayakan proyek-proyek besar kepadanya. Dengan hati lega dan tenang direktur itu memberi peluang emas untuk berkarir. Dengan ikhlas dia berikan bonus-bonus tambahan karena kejujurannya. Karena memang dengan kejujuran seseorang akan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Apapun pekerjaannya dengan kejujuran semuanya kelar. Sebaliknya, karyawan yang menebar kebohongan tidak disukai oleh pimpinannya. Dia sulit dipercaya. Kalau pimpinan sudah tidak percaya kepada karyawannya, tentu pekerjaan besar enggan dititipkan kepadanya.

Penguasa yang jujur dan membuktikan janji-janjinya akan dipercaya rakyatnya. Mereka tidak segan-segan mengikutsertakan suaranya dalam pemilihan untuk memilihnya. Tetapi penguasa yang mengumbar kebohongan tidak akan mendapat simpati dan kepercayaan rakyatnya. Justru cacian, cemoohan, dan hujatan yang beruntun ditujukan kepadanya. Ekonomi Indonesia yang kaya dengan kekayaan alamnya hancur berantakan bukan karena kurangnya orang-orang pintar, tetapi disebabkan oleh kurangnya pemimpin yang berhati jujur dan berakhlak mulia. Tatanan kemasyarakatan hancur lebur bukan dikarenakan kurangnya orang-orang pintar, namun lebih potensi disebabkan oleh orang-orang yang berhati licik, serakah, dan langkanya kejujuran. Perpolitikan dewasa ini banyak menimbulkan kekacauan dan kecewaan banyak pihak bukan dikarenakan kurangnya tokoh politik, tetapi lebih disebabkan orang-orang yang berbuat zalim, serakan, tidak jujur dan sering melakukan kedustaan.

Pedagang yang jujur akan disenangi oleh pelanggannya. Tiap kali dia gelar barang dagangannya, dia tunjukkan kepada pembeli mana yang cacat dan mana yang baik. Tak pernah dia mengurangi timbangan, walaupun pembeli tidak mengetahuinya. Kemantapan hatinya bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Awas membimbing dia untuk bersikap jujur. Pedagang yang curang dan suka berbohong akan dikenal oleh pelanggannya sebagai orang yang pembual. Tiap kali orang membeli padanya kerap kali dikecewakan dengan takaran yang kurang atau barang yang cacat. Sehingga setiap pedagang menyumpai dalam hati: “Saya tidak akan membeli lagi kepadanya”. Pembeli yang meraup keuntungan dengan menjual kejujuran akan mengalami kerugian besar. Bukan hanya barang dagangannya yang tidak laku, tetapi dirinya telah dikenal orang sebagai pembohong. Kemana dia pergi akan disebut pembohong. Kelak hari kiamat nanti dia akan menerima azab hasil kebohongannya. Na’uuzubillah min dzazlik.

Ada kisah yang perlu kita renungkan. Tanpa seizin suaminya sang istri menggadaikan BPKB mobil suaminya kesalah satu komprasi simpan pinjam. Dia meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Pada waktu yang bersamaan ada teman dekatnya meminta bantuan ingin meminjam uang sebesar lima juta rupiah. Sang istripun meminjamkan uang dikoprasi di mana dia meminjam dengan jaminan BPKB. Sang istripun mengatakan bahwa dia harus mengembalikan uang pinjamannya itu tepat pada waktunya. Ternyata temannya itu tidak menepati janjinya, akibatnya jumlah pinjaman di koprasi membengkak dan berlipat-lipat. Sang istri menjadi bingung, pusing, makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Mau mengatakan kepada suamiya dia takut suaminya marah. Mau bilang kepada anaknya, dia takut disalahkan. Dia bingung, pusing dan beban pikiran itu ditanggung sendiri, sampai akhirnya dia sakit masuk rumah sakit beberapa hari. Keluar lagi biaya yang banyak. Ibu ini maunya menolong sahabat dekatnya, tetapi dia mengorbankan kejujuran di hadapan suaminya. Bukan berkah yang diperoleh, justru malapetaka yang didapat. Inilah salah satu akibat seseorang mengabaikan kejujuran.

Begitu berharganya kejujuran bagi hidup seseorang. Kita latih diri kita untuk jujur. Jujur kepada Allah. Jujur pada diri sendiri. Jurur kepada sesama. Jujur kepada anak dan istri. Mulai dari perkara yang terkecil, sekalipun pekerjaan itu tidak bernilai bagi manusia, tetapi sangat berharga di sisi Allah. Bukan pekerjaannya yang dinilai, tetapi kejujuran dalam bekerja itu yang dinilai. Mulai dari diri sendiri dan saat ini. Jangan ditunda-tunda lagi. Karena waktu yang akan membuktikan bahwa diri kita ini adalah orang-orang yang jujur atau orang yang menebar kebohongan. Kejujuran akan menjadi sifat kita, manakala kita rajin dan tekun mengoreksi diri, introspeksi diri, dan menemukan solusi bagaimana bisa menjadi orang yang jujur. Kemudian segera diimplementasikan dalam perbuatan sehari-hari. Sebaliknya, orang yang terbiasa dan asyik dengan kebohongannya tiap kali berbicara, tentu dia akan dikenal sebagai pembohong. Semua orang akan menjauhi pembohong. Pembicaraannya bagaikan angin berlalu. Tidak masuk ke dalam hati. Perkataan benarpun kalau orang yang suka berbohong akan dianggap sebagai kebohongan. Sungguh malang orang yang tidak merasa berbohong dan bergelimang dengan kebohongannya.

Rasulullah SAW adalah insan mulia yang selalu menjaga kualitas pembicaraannya. Butira-butiran kata yang terpancar dari lisan Beliau sangat indah dan memikat teman atau lawan. Kejujuran Beliau tampak pada perkataan dan prilaku beliau. Tak pernah semasa hidup Beliau berbohong. Sehingga diusia anak-anak beliau sudah mendapat gelar “Al-Amin” artinya yang dapat dipercaya. Diusia remaja Beliau terkenal sebagai pebisnis yang sukses karena kejujuran dan ketawadlu’annya. Setiap dagangan yang Beliau jual, laku keras dan membawa keuntungan besar bagi Siti Khotijah majikan Beliau. Kejujuran Beliau terpancar dari ketulusan hati yang tersinari nur rabbani. Sungguh tinggi derajat seseorang yang dibekali oleh sifat kejujuran. Bagi orang mu’min sudah berkewajiban untuk selalu menghiasi diri dengan kejujuran. Kejujuran mengundah kehadiran Allah dan rahmat-Nya. Upaya terus berkata jujur sesungguhnya dia berusaha menggapai sentuhan kasih sayang Allah. Berbahagia orang yang dikaruniai butiran-butiran kata yang mengandung kejujuran.

About these ads

2 responses »

  1. reni says:

    good article..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s