K. Allah bersama Orang Yang Berzikir

 

 

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ : أَنَا مَعَ عَبْدِيْ مَا ذَكَرَنِيْ وَتَحَرَّكَتْ بِيْ شَفَتَاهُ.

(رواه أحمد وابن ماجه )

 

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman: “Aku bersama hamba-Ku selagi dia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak-gerak menyebut-Ku.”

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

 

 

 

Menurut firtahnya setiap orang mendambakan ketentraman dan kedamaian batin. Tak ingin hidup selalu diliputi kerisauan. Untuk mencapai ketenangan batin apapun dilakukannya. Memperoleh ketentraman batin bukan hal yang tidak mungkin. Siapapun mempunyai peluang untuk memperoleh ketentraman batin. Allah SWT mengajarkan hamba-hamba-Nya agar gemar berzikir. Zikir merupakan salah satu langkah nyata untuk mendapatkan ketenangan hati jauh dari kerisauan. Allah SWT berfirman di dalam al-qur’an:

 

الَّذِيْنَ اٰٰمَنُوْا وَتَطْمِئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ، أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمِئِنُّ الْقُلُوْبُ.

 

“(Yaitu)orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah (zikir). Ingatlah, dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’du:28).

 

 

Dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. Dengan zikir hidup akan berarti dan bermakna. Bahagia dan hati lapang akan mengiringi hidup orang yang gemar berzikir. Bagi orang terus berzikir hidupnya terasa sejuk bagai embun dipagi hari. Sebaliknya, saat orang jarang berzikir kepada Allah, hatinya akan kering dan gersang. Lihatlah, bagaimana gurun pasir yang tandus dan gersang tak tampak ada kehidupan. Begitulah hati orang lupa Allah.

 

Orang mukmin akan sungguh-sungguh ingin mendapatkan ketentraman batin akan nampak pada berapa banyak waktu dari 24 jam dia gunakan untuk mengingat Allah. Allah memulyakan orang yang senang mengingat Allah. Allah akan mengingat orang yang mengingat-Nya.

 

فَاذْكُرُوْنِيْ أَذْكُرْكُمْ . (البقرة :152)

 

“Ingatlah kamu keada-Ku, niscaya Aku (Allah) akan ingat kepadamu.”

(QS.Al-Baqarah: 152)

 

 

 

 

Orang yang banyak mengingat Allah di sela-sela kehidupannya, berarti Allah selalu mengingatnya. Banyak mengingat Allah, berarti banyak merasakan kedamaian. Sering lupa Allah, sering merasakan kerisauan. Jika ingat Allah saat shalat saja, maka diluar shalat batinnya sering dilanda kegelisahan. Jika ingat Allah saat tertimpa musibah, dikala hidup lapang dia lupa Allah. Memang, ingat Allah merupakan hidayah Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang terpilih. Karena itu, sering kita jumpai ada orang yang sama sekali dalam hidupnya tidak ingat Allah dan mengenal-Nya. Orang yang tidak pernah mengingat Allah atau tidak mengenal Allah, sungguh seberapa banyak harta yang dimilikinya, setinggi apapun derajatnya di sisi manusia, dan sehebat apapun dia niscaya hidupnya akan dihantui oleh kecemasan dan kegelisan.

 

Ingat Allah hati menjadi tertambat kepada-Nya. Manakala hati sudah tertambat kepada Allah, maka apa pun yang dia lihat, dia dengar, dan yang dia rasakan, selalu nampak keagungan Allah dan ada keterlibatan-Nya. Dalam keadaan apapun dia selalu ingat kepada Allah. Karena ingat Allah merupakan ibadah yang sangat utama bagi lidah setelah membaca al-qur’an. Dia ingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring. Hal ini disebutkan Allah dalam alqur’an surat Ali Imran ayat 191.“Orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring. (QS.Ali Imran: 191) Zikir dapat menguatkan orang-orang yang lemah untuk bergegas beribadah. Dengan zikir orang akan dengan terampil dan bersegera melakukan kebaikan. Bagi orang yang merasa lemah untuk bangun malam (shalat malam), banyak harta tetapi terasa diri bakhil untuk menginfakkan, atau takut untuk berjuang di jalan Allah, maka perbanyaklah zikir kepada Allah. Memperbanyak zikir akan membawa pada keberuntungan. Allah berfirman: “berzikirlah sebanyak-banyaknya, agar kalian beruntung.” (QS. Al-Jum’ah: 10)

 

Sebagian ulama membagi zikir kedalam empat bagian, yaitu zikir lisan; zikir akal; zikir jawarih (anggota tubuh); dan zikir hati.

 

Pertama: zikir lisan. Dia gunakan lisan untuk banyak menyebut asma Allah, mengagungkan Allah, memperbanyak membaca Al-qur’an, berkata yang lemah lembut kepada sesama, lisannya tidak memancar kata-kata berduri yang menusuk hati saudaranya, selalu berusaha berkata benar, dan setiap apa yang keluar dari lisannya selalu berharap Allah meridhainya. Dia hindarkan lisannya dari perkataan haram, pergunjingan, profokasi, sumpah palsu, memaki, mencemooh, dan perkataan kotor lainnya. Lisannya selalu basih dengan menyebut asma Allah. Tiada hari yang dilaluinya, melainkan lisannya terus mengagungkan nama-nama Allah.

 

Kedua: Zikir akal. Anugrah Allah berupa akal yang diberikan kepadanya senantiasa dipergunakan untuk menyaksikan kebesaran dan keagungan Allah. Dengan akalnya direnungkan dalam-dalam bagaimana Allah menciptakan ala mini begitu indah? Keindahan dan begitu besar maha karya-Nya, menunjukkan bahwa betapa Maha Agungnya Allah. Dengan memikirkan ciptaan Allah, semakin bertambah keimanan dan ketaqwaan di dalam hatinya. Apapun yang terlintas dipikirannya selalu dikaitkan dengan kebesaran Allah. Dan berakhir dengan pengakukan bahwa Maha Suci Allah Yang telah menciptakan semuanya. Tidak sedikitpun dari ciptaan-Nya yang sia-sia. Akal yang berzikir kepada Allah, akan tunduk dan mengikuti hukum-hukum Allah. Olah pikir manusia sebatas bagaimana menyingkap rahasia di balik ciptaan-Nya.

Ketiga: Zikir jawarih. Zikir jawarih (anggota tubuh) merupakan implementasi dari hati yang terpaut dengan Allah. Kedua matanya setiap apa yang dilihatnya tampak kebesan Allah. Suara yang didengarnya menunjukkan suara-suara milik Allah. Kakinya tidak melangkah melainkan melangkah ke tempat yang Allah mau. Perutnya diisi cukup dengan hidangan yang Allah halalkan. Tangannya ringan bekerja mengais keridhaan Allah. Seluruh tubuhnya dijadikan modal untuk mendapatkan rahmat Allah. Beribadah dan beramal kebaikan di dasarkan pada ketentuan-Nya. Dia hentikan semua anggota tubuhnya dari perbuatan maksiat. Dia serahkan hasil jerih payah dan ikhtiarnya kepada Allah. Akan ringan dan tenang langkah-langkah yang diiringi dengan ingat Allah.

 

Keempat: Zikir hati. Hati yang berzikir mampu menangkap keagungan Allah. Peka terhadap seruan-Nya. Ketika disebut nama-nama Allah, bergetar hebat hatinya karena merasakan kedasyatan di balik nama tersebut. Hatinya selalu mengkilap bercahaya menerangi semua anggota tubuhnya. Sentuhan-sentuhan Ilahi disambutnya dengan lega dan ridha. Ia perintahkan lisan untuk berkata benar dan lemah lembut. Ia suruh mata untuk menundukkan diri di hadapan kebesaran Allah. Ia perintahkan kedua kaki untuk melangkah menuju seruan Allah. Ia bimbing semua anggota tubuh untuk selalu mengenal dan berpijak pada ketulusan. Ia cegah semua anggota tubuh dari mengingkari Allah dan durhaka kepada-Nya. Ia rasakan kedekatan Allah bersamanya. Hingga ia jalani perubahan hati yang begitu cepat tetap tenang bersama Allah. Hati yang bening dan terawat selalu penuh dengan zikir kepada Allah. Ketenangan dan ketentraman akan menyertai hati yang selalu bersih dan berzikir.

 

Indah sekali rasanya jikalau lisan yang terus menyebut nama-nama Allah, pikiran mampu menangkap rahasia di balik kebesaran ciptaan Allah, anggota tubuhnya ringan melangkah menuanikan perintah Allah, dan hatinya merasakan kedekatan dan kehadiran Allah. Sungguh sempurna iman dan ketaqwaan seorang hamba yang langgeng berzikir kepada Allah. Hidup menjadi optimis dengan berzikir. Kesulitan dihadapi dengan tenang. Permasalahan diselesaikan dengan lapang dada. Musibah dan ujian hidup yang menerpa di jalani dengan sabar dan shalat. Rizki yang sampai kepada dirinya disyukuri. Indah penuh kedamaian hati orang yang gemar berzikir.

 

Ada kisah yang cukup menarik untuk diperhatikan, yaitu kisah seorang nabi yang merasa malu kepada seekor cacing merah yang terus berzikir kepada Allah sepanjang hari sejak ia diciptakan. Beliau adalah Nabi Daud as. Kisahnya begini, Saat Nabi Daud as. Duduk sedang membaca kitab Zabur, tiba-tiba beliau melihat seekor cacing merah di tanah. Maka Nabi Daud as berkata dalam hati: “Apa yang dikehendaki Allah dengan seekor cacing ini?” Maka Allah mengizinkan cacing itu dapat berbicara. Lalu berkata cacing itu: “Hai Nabi Allah , Tuhanku telah memerintahkan kepadaku diwaktu siang agar aku berzikir (subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallaahu akbar) sebanyak seribu kali, dan diwaktu siang aku berzikir (allahumma shalli ‘ala Muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam) sebanyak seribu kali, Sedangkan anda apa yang dapat anda ambil manfaat darimu?, maka Nabi Daud as menyesali perbuatannya telah meremehkan seekor cacing merah, dan takut kepada Allah, bertaubat, serta bertawakkal kepada-Nya. (Mukasyafatul Qulub, h.7)

 

Begitu besar fadilah berzikir bagi kehidupan manusia. Zikir merupakan perintah Allah yang dapat memberikan keselamat di dunia dan di akhirat. Ketentraman yang didambakan akan terwujut bagi orang yang gemar berzikir. Zikir juga menghilangkan kemunafikan, mengusir setan perusak hati, menguatkan iman seorang hamba, membersihkan hati dari karat dosa, dan zikir termasuk ibadah yang disukai oleh Allah. Zikir juga menjaga hamba terjatuh pada kehinaan. Subhanallah, begitu besar rahasia zikir bagi kehidupan manusia, hingga baginda Rasul SAW tidak pernah lepas dari berzikir. Semua waktunya beliau pergunakan untuk berzikir kepada Allah. Karena itu, berzikirlah kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring, sakit atau sehat, lapang atau sempit, diwaktu malam atau siang hari, di dalam rumah atau di luar rumah, di daratan atau di lautan, diwaktu kaya atau miskin, dengan pelan-pelan atau terang-terangan, intinya dalam setiap keadaan. Jika ini yang kita lakukan dalam menjalani kehidupan ini, insyaallah hidup kita akan tenang dan tentram.

 

Namun, kita tahu bahwa tiada daya dan kekuatan bagi kita untuk bisa istiqomah dalam berzikir kecuali atas pertolongan dan hidayah Allah semata. Karena itu, orang yang telah dianugrahi kesempatan berzikir berarti dia telah mendapatkan anugrah yang besar dari Allah SWT. Zikir akan menyebabkan Allah menurunkan jalan keluar dari kesulita-kesulitan yang dihadapinya. Sebab zikir, Allah menyayangi seorang hamba. Dengan zikir Allah curahkan nikmat dan rahmat-Nya hamba-hamba-Nya. Zikir menjadikan seorang hamba 24 jam akan bersama Allah SWT. Karena itu, ajak diri untuk terus berzikir dan membiasakan berzikir. Ajak diri, keluarga, teman, sahabat, saudara, dan masyarakat untuk selalu berzikir kepada Allah SWT. Hingga kebahagiaan dan ketentraman melekat dalam kehidupan mereka. Semoga kita semua dijadikan oleh Allah mnjadi hamba-hamba-Nya yang gemar berzikir. Amin.

 

Ajak diri bermunajat kepada Allah…..

 

اَللٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

Ya Allah, tolonglah kami agar selalu dapat berzikir kepada-Mu

(dengan hati, pikiran, jawarih, dan lisan kami selama hidup kami)

Dan juga agar kami senantiasa dapat mensyukuri nikmat-Mu…..…

Serta memperbaiki ibadah kami kepada-Mu……..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

8 responses »

  1. annajib says:

    Mbak Dewi yang terhormat, zina merupakan salah satu dosa besar yang memiliki akibat bagi pelakunya di dunia dan di akhirat. Hukuman bagi orang yang berzina -jika ia belum menikah- maka dia harus didera (dicambuk) sebanyak 80 kali dan diasingkan selama satu tahun, tetapi jika ia sudah menikah, maka hukumannya adalah dirajam sampai meninggal. Hukuman ini dilakukan di negara muslim, sebab yang berhak melakukan hukuman adalah pemerintah. Zina adalah perbuatan keji. Namun, walaupun demikian jangan putus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Ingat, seorang pelacur yang memberikan air minum seekor anjing dengan rela dirinya mati kehausan, akhirnya Allah mengampuni dosanya. Demikian pula seorang pembunuh 100 orang, karena bertaubat dengan sebenarnya, iapun diampuni oleh Allah. Ketahuilah, pintu taubat Allah dan rahmat Allah selalu terbuka bagi pelaku dosa-dosa besar sampai batas nafasnya tersendat ditenggorokan (sekarat). Taubat yang diterima adalah taubatan nasuhah. Syaratnya: menyesal dan bertekat dengan sungguh-sungguh tidak mengulangi lagi, meninggalkan perbuatan dosa itu, menggantinya dengan amal shaleh, pergi dari lingkungan, gambar, film, orang yang dapat mendorong dirinya untuk berzina lagi. Perbanyaklah membaca istighfar, shalat taubat, santuni anak-anak yatim, rajin-rajinlah untuk mengikuti tausiyah -tausiyah yang disauh oleh ulama ulama mukhlis. Jika ini dilakukan secara kontinyu dan hanya berharap ridho Allah semata, insya Allah taubatnya diterima Allah. Dan orang yang bertaubat dari dosa-dosa besar akan menjadi kekasih Allah. Allah berfirman: “Innallaha yuhibbut tauwwabiin” Artinya sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

  2. Dana Adisukma says:

    Assalamualaikum. Pak Samsul, saya mau bertanya tentang Ta’aruf. Bagaimana Islam Menjelaskan tentang Ta’aruf? Tolong dijelaskan selengkap2nya ya pak. Trima Kasih.
    Assalamualaikum

    • annajib says:

      Wa’alaikumsalam.Wr.Wb. Ya akhi fillah, Ta’aruf dalam bahasa Arab artinya saling mengenal satu sama lainnya. Implementasi Ta’aruf itu bermacam-macam, yaitu ada yang digunakan antar teman, sahabat, keluarga, saudara, yang memiliki perbedaan bahasa, adat istiadat, suku, budaya, minat, bahkan ideologi. Ta’aruf juga berlaku bagi seseorang untuk mengenal calon pasangannya. Semua ta’aruf itu diperkenankan oleh agama dengan mengikuti tuntunan yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Misalkan:1. Orang yang lebih besar, tua, berilmu dan lebih tinggi kedudukannya hendaknya mengayomi yang lebih muda ; 2. Yang muda menghormati yang lebih tua; 3. Proses ta’aruf tidak bertentangan dengan hukum-hukum Allah, misalnya untuk mencapai tujuan ta’aruf tidak dengan minum-minuman keras, pesta sabu-sabu, kemping muda-mudi yang bukan mahram, triping di diskotik dll; 4. Motifasi tujuan ta’aruf karena untuk mencapai ridha Allah SWT bukan untuk mendapatkan keuntungan materi; 5. Perhatikan nilai positif dan negatifnya, jika dampak positifnya jauh lebih besar dari dampak negatifnya, maka ta’aruf boleh dilanjutkan, tetapi, jika sebaliknya, maka ta’aruf wajib dihentikan; 6. Menghindari ta’aruf yang mendorong pada banyak melakukan perbuatan haram, misalnya dengan ta’aruf itu seseorang lebih sering berduaan dengan lawan jenisnya yang bukan mahram, hal itu karena dapat mengundang murka Allah SWT; 7. Ta’aruf dapat dilakukan manakala dapat mendorong keduanya untuk berkomitmen meraih prestasi dan mengarah kepada hal-hal yang positif; 8. Hindari ta’aruf yang dimotori oleh dorongan sahwat, tetapi berangkatlah dengan dorongan iman.
      Dengan langkah-langakah tersebut di atas, maka kita dapat mengambil subtansi dari ta’aruf itu sendiri dengan tidak maksiat kepada Allah SWT.
      Perhatian: Seseorang akan dipertemukan dengan pasangannya oleh Allah sesuai dengan hati dan perbuatannya sendiri. Wallahu ‘a’lam.

  3. annajib says:

    wa’alaikumsalam.wr.wb. Dzikir itu perintah Allah SWT. Dzikir dapat menjadikan seseorang menjadi tenang dan hidup penuh keberkahan. Dasar dzikir itu sangat banyak. Adapun dzikir pakai biji tasbih itu tidak dilarang dan tidak pula diperintah, karena itu dzikirmenggunakan biji tasbih itu hukumnya boleh. Anda boleh pakai kerikil, kayu, alat penghitung, dan benda-benda yang lain. itu hanyalah media supaya kita itu selalu ingat Allah. Selama penggunaan alatitu tidak merusak keikhalsan saat berdzikir silahkan anda lakukan. Tetapi, jikadengan alat itu ibadah dzikir anda jadi rusak karena takut dilihat orang, malu, merasa sok alim, maka penggunaan media itu dilarang. Memang dijaman sekarang ini hampir semua barang, pakaian, teknologi, makanan, rumah, kendaraan dan lain sebagainya itu semua bid’ah tidak ada pada masa nabi Muhammad SAW. lalu apakah karena tidak ada pada masa Nabi lantas kita diharamkan menggunakannya, seperti laptop, mpbil, pengeras suara, kemeja, nasi, tempe dan lain-lain. Dulu masa Nabi tidak ada sekolah SD, SMP, SMA, Universitas, dll, lantas karena semua lembaga pendidikan itu tidak ada pada masa nabi kita diharamkan sekolah?. Karena itu, dalam memahami bid’ah tidak sesempit itu, perlu kajian, pembahasan, batasan, dan perlu dikaji juga asbabul wurud hadits itu, subtansi hadits itu, tujuan hadits itu, dan dijadikan dasar bagi kehidupan sekarang. Yang mana kehidupan sekarang itu sedah 99% berbeda dengan kehidupan yang adapada masa Nabi Muhammad saw. Yang penting, berdzikirlah karena Allah SWT semata, maka Allah akan selalu bersama hamba yang terus mengingatnya. Wallahu a’lam.

  4. annajib says:

    Amiin yaa robbal ‘aalamiin

  5. annajib says:

    amiin yarobbal ‘alamin

  6. annajib says:

    amiin ya robbal ‘alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s