Kesucian jiwa saat berambisi
Kebahagian yang tiada tara manakala seseorang dapat meraih cita-citanya dengan tetap berpijak pada kesucian jiwa dan akhlakul karimah yang bersumber dari hati yang bening dan pikiran yang tawadhu’. Sungguh sangat berharga, orang yang selalu menjaga kemulyaan jiwa. Sebab, berharga dan tidaknya seseorang -di sisi Allah- ditentukan oleh sejauh mana ia komitmen menjaga kemulyaan diri saat berambisi meraih sesuatu. Sabda Nabi SAW: “Uthlubul hawa-ij bi’izzatil anfus, fainnal umuura bil maqoodir” Artinya: “Carilah kebutuhan hidup dengan tetap menjaga kemulyaan jiwa. Sesungguhnya semua perkara itu bergulir dengan taqdir Allah SWT.”
bayu pramono said,
July 31, 2009 at 2:17 pm
sungguh nasehat 2 yang begiu mulia dan menggugah hati yang bimbang
annajib said,
August 27, 2009 at 3:11 am
Sukron, ‘alaina taufik wal hidayah. Amin