TIPS MERAJUT KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH

Oleh:

Ustadz Samsul Afandi, S, M.Pd

Pertanyaan

1. Apa arti keluarga skinah itu?

Jawaban

Dalam bahasa Arab, kata sakinah di dalamnya terkandung arti tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Namun, penggunaan nama sakinah itu diambil dari al Qur’an surat 30:21, litaskunu ilaiha, yang artinya bahwa Allah SWT telah menciptakan perjodohan bagi manusia agar yang satu merasa tenteram terhadap yang lain.Jadi keluarga sakinah itu adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.

Pertanyaan

2. Apa arti mawaddah wa rahmah?

Jawaban

Di dalam keluarga sakinah itu pasti akan muncul mawaddah dan rahmah (Q/30:21). Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu kasih sayang pada lawan jenisnya (bisa dikatakan mawaddah ini adalah cinta yang didorong oleh kekuatan nafsu seseorang pada lawan jenisnya). Karena itu, Setiap mahluk Allah kiranya diberikan sifat ini, mulai dari hewan sampai manusia. Mawaddah cinta yang lebih condong pada material seperti cinta karena kecantikan, ketampanan, bodi yang menggoda, cinta pada harta benda, dan lain sebagainya. Mawaddah itu sinonimnya adalah mahabbah yang artinya cinta dan kasih sayang.

Wa artinya dan.

Sedangkan Rahmah (dari Allah SWT) yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, rejeki. (lihat : Kamus Arab, kitab ta’riifat, Hisnul Muslim (Perisai Muslim) Jadi, Rahmah adalah jenis cinta kasih sayang yang lembut, siap berkorban untuk menafkahi dan melayani dan siap melindungi kepada yang dicintai. Rahmah lebih condong pada sifat qolbiyah atau suasana batin yang terimplementasikan pada wujud kasih sayang, seperti cinta tulus, kasih sayang, rasa memiliki, membantu, menghargai, rasa rela berkorban, yang terpancar dari cahaya iman. Sifat rahmah ini akan muncul manakala niatan pertama saat melangsungkan pernikahan adalah karena mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasulullah serta bertujuan hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Pertanyaan

3. Apa ciri-ciri keluarga sakinah mawaddah wa rahmah itu?

Jawaban

Ciri-ciri keluarga skinah mawaddah wa rahmah itu antara lain:

1. Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi ahli baitin khoiran dst); (a) memiliki kecenderungan kepada agama, (b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda, (c) sederhana dalam belanja, (d) santun dalam bergaul dan (e) selalu introspeksi. Dalam hadis Nabi juga disebutkan bahwa: “ empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar’i), yakni (a) suami / isteri yang setia (saleh/salehah), (b) anak-anak yang berbakti, (c) lingkungan sosial yang sehat , dan (d) dekat rizkinya.”

2. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling membutuhkan, seperti pakaian dan yang memakainya (hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, Q/2:187). Fungsi pakaian ada tiga, yaitu (a) menutup aurat, (b) melindungi diri dari panas dingin, dan (c) perhiasan. Suami terhadap isteri dan sebaliknya harus menfungsikan diri dalam tiga hal tersebut. Jika isteri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceriterakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Jika isteri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter, begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan isteri, jangan terbalik jika saat keluar rumah istri atau suami tampil menarik agar dilihat orang banyak. Sedangkan giliran ada dirumah suami atau istri berpakaian seadanya, tidak menarik, awut-awutan, sehingga pasangannya tidak menaruh simpati sedikitpun padanya. Suami istri saling menjaga penampilan pada masing-masing pasangannya.

3. Suami isteri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma`ruf), tidak asal benar dan hak, Wa`a syiruhunna bil ma`ruf (Q/4:19). Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma`ruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami isteri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya.

4. Suami istri secara tulus menjalankan masing-masing kewajibannya dengan didasari keyakinan bahwa menjalankan kewajiban itu merupakan perintah Allah SWT yang dalam menjalankannya harus tulus ikhlas. Suami menjaga hak istri dan istri menjaga hak-hak suami. Dari sini muncul saling menghargai, mempercayai, setia dan keduanya terjalin kerjasama untuk mencapai kebaikan didunia ini sebanyak-banyaknya melalui ikatan rumah tangga. Suami menunaikan kewajiabannya sebagai suami karema mengharap ridha Allah. Dengan menjalankan kewajiban inilah suami berharap agar amalnya menjadi berpahala disisi Allah SWT. Sedangkan istri, menunaikan kewajiban sebagai istri seperti melayani suami, mendidik anak-anak, dan lain sebagainya juga berniat semata-mata karena Allah SWT. Kewajiban yang dilakukannya itu diyakini sebagai perinta Allah, tidak memandang karena cintanya kepada suami semata, tetapi di balik itu dia niat agar mendapatkan pahala di sisi Allah melalui pengorbanan dia dengan menjalankan kewajibannya sebagai istri.

5. Semua anggota keluarganya seperti anak-anaknya, isrti dan suaminya beriman dan bertaqwa kepada Allah dan rasul-Nya (shaleh-shalehah). Artinya hukum-hukum Allah dan agama Allah terimplementasi dalam pergaulan rumah tangganya.

6. Riskinya selalu bersih dari yang diharamkan Allah SWT. Penghasilan suami sebagai tonggak berdirinya keluarga itu selalu menjaga rizki yang halal. Suami menjaga agar anak dan istrinya tidak berpakaian, makan, bertempat tinggal, memakai kendaraan, dan semua pemenuhan kebutuhan dari harta haram. Dia berjuang untuk mendapatkan rizki halal saja.

7. Anggota keluarga selalu ridha terhadap anugrah Allah SWT yang diberikan kepada mereka. Jika diberi lebih mereka bersyukur dan berbagi dengan fakir miskin. Jika kekurangan mereka sabar dan terus berikhtiar. Mereka keluarga yang selalu berusaha untuk memperbaiki semua aspek kehidupan mereka dengan wajib menuntut ilmu-ilmu agama Allah SWT.

Pertanyaan

4. Bagaimana mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah itu?

Jawaban

Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah perlu melalui proses yang panjang dan pengorbanan yang besar, di antaranya:

1. Pilih pasangan yang shaleh atau shalehah yang taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SWT.

2. Pilihlah pasangan dengan mengutamakan keimanan dan ketaqwaannya dari pada kecantikannya, kekayaannya, kedudukannya.

3. Pilihlah pasangan keturunan keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya.

4. Niatkan saat menikah untuk beribadah kepada Allah SWT dan untuk menghidari hubungan yang dilaran Allah SWT

5. Suami berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah. Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak istrinya, memberikan sandang pangan, papan yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu mengajak anggota keluaganya menuju ridha Allah dan surga -Nya serta dapat menyelamatkan anggota keluarganya dario siksa api neraka.

6. Istri berusaha menjalankan kewajibann ya sebagai istri dengan dorongan ibadah dan berharap ridha Allah semata. Seperti melayani suami, mendidik putra-putrinya tentan agama islam dan ilmu pengetahuan, mendidik mereka dengan akhlak yang mulia, menjaga kehormatan keluarga, memelihara harta suaminya, dan membahagiakan suaminya.

7. Suami istri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens.

8. Berkomitmen menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan.

9. Suami mengajak anak dan istrinya untuk shalat berjamaah atau ibadah bersama-sama, seperti suami mengajak anak istrinya bersedekah pada fakir miskin, dengan tujuan suami mendidik anaknya agar gemar bersedekah, mendidik istrinya agar lebih banyak bersukur kepada Allah SWT, berzikir bersama-sama, mengajak anak istri membaca al-qur’an, berziarah qubur, menuntut ilmu bersama, bertamasya untuk melihat keagungan ciptaan Allah SWT. Dan lain-lain.

10.Suami istri selalu meomoh kepada Allah agar diberikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.

11. Suami secara berkala mengajak istri dan anaknya melakukan instropeksi diri untuk melakukan perbaikan dimasa yang akan datang. Misalkan, suami istri, dan anak-anaknya saling meminta maaf pada anggota keluarga itu pada setiap hari kamis malam jum’at. Tujuannya hubungan masing-masing keluarga menjadi harmonis, terbuka, plong, tanpa beban kesalahan pada pasangannnya, dan untuk menjaga kesetiaan masing-masing anggota keluarga.

12. Saat menghadapi musibah dan kesusahan, selalu mengadakan musyawarah keluarga. Dan ketika terjadi perselisihan, maka anggota keluarga cepat-cepat memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan nafsu amarahnya.

13. Berusaha menjaga nilai-nilai romantis di antara keluarga. Misalnya, suami menyuapi istri, memanggil istri dengan panggilan yang istrinya menjadi senan (sayang, dinda, dll), mengajak istri berlomba, makan bersama, dan lain-lainya.

14. Jika suami melihat sisi buruk sang istri, maka hendaknya suami bergegas mengingat sisi kebaikan sang istri. Sebaliknya jika sang istri melihat sisi buruk sang suami, maka sang istri cepat-cepat meliha sisi kebaikan sang suami.

15. Hendaknya suami istri menyisihkan waktu untuk saling introspeksi diri atas kekurangan dan prilaku yang kerap kali menyinggun pasangannya. Terutama setelah habis sholat malam. dilakukan tukar pendapat. dengan kita kontinyu melakukan upaya ini, maka insyaalloh keutuhan dan keharmonisan keluarga dapat terwujud menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rohmah.

16. Hendaknya satu keluarga memiliki visi misi kedepan yang akan digapai bersama. Misalnya, saling bahu membahu untuk bisa menunaikan ibadah haji, anak-anaknya bisa menghafal al-qur’an, dll.

17. Hendaknya satu keluarga selalu belajar untuk memperdalam agama, baik mengikuti majlis majlis ilmu, majlis dzikir, ayau mendatang ustadz di rumahnya. Sebab dengan ilmu agama keluarga akan lebih teratur dan memiliki tujuan dunia dan akhirat.

18. Hendaknya sanga suami mengajak anak dan istrinya untuk selalu menghidupkan 7 sunnah Rasulullah saw, yaitu sholat malam, banyak beristighfar, tekun bersedekah, sholat dhuha, kontinyu dalam keadaan suci (terus berwudhu),  membaca al-qur’an, puasa sunnah.

19. Mengajak keluarga untuk mencintai Allah dan rasul-Nya diatas segala-galanya.

20. Suami membekali keluarganya dengan ilmu-ilmu syar’i dan ilmu-ilmu dunia.

21. Suami selalu mengucapkan :”Terima kasih sayang telah membuat minuman buat ma”. selalu memuji pekerjaan dan pengabdian istri. dan sebaliknya, istri selalu mengucapkan terima kasih terhadap pemberian sang suami. dengan saling berterima kasih ini, maka rasa saling membutuhkan, saling menghargai, saling membantu, saling mencintai, tolong menolong dengan sendirinya akan tumbuh subur. Wallahu A’lam

Selamat mencoba!

About these ads

37 responses »

  1. [...] adalah petikan tentang Keluarga Sakinah, Mawaddah Warrohmah yang saya ambil dari http://annajib.wordpress.com, semoga bermanfaat bagi Kita semua, [...]

  2. Moch Zaenuri says:

    Insya Allah saya niat tuk menjadikan keluargaku menjadi keluarga yg Sakinah mawadah warrahmah. Amin Ya Robbal Alamiin

  3. dee_shop87 says:

    assalamualaikum, pak najib, saya mau tanya ada tidak ya kriteria kepatuhan istri terhadap suami dan sebaliknya kepatuhan suami terhadap istri, terimakasih atas informasinya

    • annajib says:

      Wa’alaikumsalam.wr.wb. Keluarga sakinah mawaddah wa rohmah akan terwujud jika kedua belah pihak memperhatikan dan menunaikan kewajibannya masing-masing. Maksudnya, suami berusaha memenuhi kewajiban dia sebagai suami, seperti memberikan nafkan lahir bathin, perlindungan, kasihsayang, pendidikan dan sandang, pangan, papan, dan kesucian cinta, kesetiaan. Sebaliknya, istri berusaha memberikan kewajibannya sebagai istri, seperti patuh sama suami dalam hal kebaikan, melayani suami, menjaga kehormatan suami, menjaga harta keluarga, mendukung kerja suami jika benar, menghargai suami, dan lain sebagainya. Di samping itu, suami dan istri harus memahami dan memaklumi kekurangan masing-masing, tidak memutuskan perkara dengan emosi dan salah satu pihak, membangun rumah tangga didasari niat ibadah kepada Allah, bersama-sama mencari ridho Allah. Dengan demikian kuarga Anda insyaAllah akan menjadi keluarga yang bahagia di dunia dan diakhirat. Amin

  4. Untuk menjadi ibu yang terbaik kepada lima orang anak umur 14tahun,13tahun,12tahun,10tahun dan 9tahun.Disini saya mempunyai 4 anak lelaki yang bungsu tu lah seorang perempuan.Bagaimana menangani
    permasalahan mereka ketika saya bekerja tiada sapa memerhati ketika
    dirumah.

    • annajib says:

      Ibu, hak seorang anak bagi orang tua adalah mendapatkan kasihsayang, pendidikan, perlindungan, asuban gizi ruhani maupun badani. Tetapi, manakala orang tua yang bekerja (sibuk dengan pekerjaan) maka ada banyak hak anak yang terabaikan. Akibatnya anak-anak tubuh tanpa keteladanan, perhatian, kasihsayang, pendidikan, perlindungan dan mereka akan mencari figur yang belum tentu baik bagi diri mereka. Karena itu, salah satu solusi nya adalah mereka ditaruh disekolah boarding school atau pesantren, atau sekolah full day yang kesemuanya dapat memberikan pendidikan, pengawasan, perlindungan, yang baik buat mereka. Tetapi cara ini membutuhkan biaya yang besar. Di samping itu, mungkin Ibu bisa mencarikan orang tua asuh di rumah ibu selama ibu bekerja semisal guru prifat untuk keempat putra Ibu. Dengan cara ini, insya Allah putra-putra ibu dapat memiliki kegiatan posistif dan pendidikan yang dapat menunjang putra Ibu menjadi pribadi yang sholih. Semoga semua putra ibu menjadi anak-anak yang sholeh, berbakti pada orang tua dan tekun beribadah. Amin

  5. yudickg says:

    ijin copas ya mas..bagus sekali artikel ini…

  6. Rachmat Ono says:

    Pak Ustadz Samsul Afandi, saya mohon ijin copy paste.. atas petuah yg sangat berharga ini. dan mohon doa pak ustadz agar keluarga saya dapat menjadi keluarga yg Sakinah mawaddah wa Rohmah. La Haula wala quwwata Illa billah.. !!

  7. Pakdin says:

    Assalamu’alaikum …….

    maaf ustadz td saya hbis baca saran keluarga sakinah mawaddah warohmah…………….

    lalu saya sekarang minta izin untuk mengcopy artikel tersebut………..

    semoga atas izin Alloh & do’a p.Ustadz. kelurga saya bisa mjd keluarga sakinah mawaddah warohmah.

    Amin ya robbal ‘Alamin…………Trima Kasih……………Wassalamu’alaikum.

  8. fitriyanto says:

    MAKASIH,,BUAT ARTIKELNYAAA,,,,,

  9. zakia khairunnisa says:

    masya allah mudah2an keluargaku dpt menuju keluarga yg sakinah,mawadah,warahmah

  10. Aina Shofi says:

    Subhanallah…
    Ya Allah bimbinglah kami tuk mnjdikn rmh tgga km yg sakinah mawadda wa rahmah
    Aamiin yaa rabbal alaamiin

    • annajib says:

      Amin semoga Allah SWT menjadikan keluarga kita semua menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rohmah dibawah lindungan dan ridha Allah. Amiin

  11. abdul says:

    assalamualaikum wr.wb,. ustad..
    mohon ijin utk mengcopy artikel nya insya allah akan bermanfaat utk keluarga kecil saya. amin

    • annajib says:

      Waalaikumslam.wr.wb. silahkan semoga keluarga anda menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah serta mendapat kucuran rahmat-Nya. amiin

  12. jepri quin says:

    alhamdulilah akirnya aku tau makna pengertian hidup berumah tangga

  13. casnow Ashter says:

    Asalamuallaikum wr wb… trimaksih bnyk pak ust tas pengrtianya semoga bermanfaat bagi saya n keluarga saya nty amiin..

  14. lilis says:

    apakah seorang istri diwajibkan bekerja.?

    • annajib says:

      Waalaikumsalam. wr.wb. Saudariku semoga diri Anda dan suami selalu mendapatkan rahmat, keberkahan, keselamatan, dan rizki yang berlimpah. Kewajiban bekerja dan mencari nafkah adalah tanggungan suami. Hukumnya mutlak dan bukan kewajiban istri. Jika suami mengharuskan seorang istri untuk bekerja maka suami itu telah menyalahi syariat yang telah Allah Tetapkan. Kewajiban istri adalah melayani suami, mendidik anak, mengurus pekerjaan di rumah, dan menjaga kehormatan serta harta suaminya. Tidak lebih dari itu. Tetapi istri diperbolehkan menjadi wanita karir atau bekerja dengan syarat atas ijin suami dan tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang istri. Keberkahan hidup dan kebahagiaan haqiqi akan diperoleh oleh sebuah keluarga yang mengikuti tuntunan agama. Semoga bermanfaat. Amin

  15. ibnu says:

    assalamualaikum..wr wb
    pak ustadz ,,saya mau nanya,apakah kebahagian istri terletak pada suami,,sedangkan suaminya tidak mempunyai banyak waktu buat istrinya,,setiap pulang kerja si suami selalu bertengkar ada ajah yg diributin,,,mohon saran nya pa ustadz…assalamualaikum

    • annajib says:

      waalaikumsalam.wr.wb. Kebahagiaan, keharmonisan, dan kesetiaan berkeluargga itu tidak selamanya ditentukan dan diukur dengan materi, tetapi hal itu akan terwujud jika masing-masing menjalankan peran dan kewajibannya dengan tulus ikhlas karena Allah. Misal suami tidak menafkahi istri lahir batin kecuali karena berharap rahmat Allah. Dan istri tidak melayani suami kecuali hanya berharap keridhaan Allah. Dan jika dilakukan dalam semua permasalahan rumah tangga, maka akan tercipta rasa saling mencintai, mempercayai, menghargai, menghormati, tidak saling curiga, benci, egois, dan bersama-sama meraih keridhaan Allah. Jika ini terwujud, insyaAllah Allah akan menjadikan keluarganya menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah.

  16. Yusuf Maing says:

    Semogah kita semua di beri kemampuan untuk menjadi sebuah keluarga sakinah mawaddah warahmah amiin

  17. annajib says:

    Pertama: anda koreksi diri anda, apakah masih ada sedikit rasa egois pada diri anda, atau kesalahan pada suami anda baik pelayanan, sikap, tuntutan dll; 2. lakukan sikap saling terbuka dan saling memaafkan, misalkan setiap malam jum’at anda dan suami anda siling menyatakan untuk minta maaf; 3. coba dilihat bagaimana anda menjalankan sunnah2nya, apakah sesuai dengan tatacara yang diajarkan oleh nabi SAW baik bathin, prilaku, pikiran, dan lain sebagainya; 4. Maaf, mungkin terselib dalam penghasilan anda atau suami anda makanan yang haram dan riba. Jika ada segera tinggalkan. 5. Coba kontinyukan berdzikir kepada Allah setiap saat mengiringi semua aktivitas anda, terutama bacaan istighfar; 6. coba ajak suami anda untuk menyisihkan waktu mengikuti pengajian-pengajian; 7. Datangilah anak yatim, bahagiakan dia dengan memberi sedekah dan mengusap rambutnya sebagai wujud kasih sayang andakepada mereka. 8. Ingat-ingat dan renungkanlah kebaikan suami andadan kesampingkan kejelekan dan kekurangannya, serta ingat-ingat kekurangan anda pada suami anda. kesadaran ini akan menimbulkan keseimbangan dan kesetabilan rumah tangga Anda. 9. Luruskan kembali niat anda bahwa pernikahan anda dengan suami anda itu adalah untuk beribdah dan karena Allah bukan karena dorongan hawa nafsu belaka. Jika beberapa langkah ini anda lakukan, insya Allah Allah akan mencurahkan kebahagiaan dalam rumah tangga anda. selamat mencoba.

  18. annajib says:

    terimakasih. mohon doanya.

  19. Ass alamualaikum..wr wb
    pak ustadz…sukron berbagi ilmunya ijin kopy yah..wslm.

  20. annajib says:

    Waalaikumsalam.wr.wb. Silahkan semoga bermanfaat bagi kita semua. amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s