Sesungguhnya amal-amal itu hanya bergantung pada niat-niatnya. Setiap orang akan memperoleh balasan menurut apa yang diniatkannya. Jika niatnya itu karena Allah, maka Allah akan menerima amalnya. Jika niatnya karena mata benda atau tujuan selain Allah, maka dia akan sampai pada tujuannya, tetapi Allah tak berkenan memberikan berkah padanya. Sesuatu yang akan diperoleh oleh seseorang baik berupa pahala atau azab, balasan baik atau balasan buruk sangat bergantung pada apa yang diniatkannya. Ada orang yang melakukan suatu pekerjaan dengan tujuan mencari keuntungan materi atau bendawi dan ada orang yang mendasari semua amalnya itu dengan tujuan kebahagiaan akhirat. Neraka atau surga disiapkan oleh Allah, bergantung kepada niat hamba-Nya. Jika niatnya karena selain Allah, yang jelas balasannya adalah neraka. Jika niatnya itu mencari ridha Allah, maka balasannya adalah surga-Nya. Begitu penting peranan niat dalam menentukan kualitas amal di sisi Allah. Hingga Rasulallah SAW bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوٰى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُـهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُـهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُـهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ اِمْرَاَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُـهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ. (رواه البخاري و مسلم )

“Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada niat. Dan, setiap orang hanya memperoleh menurut apa yang diniatkan. Barang siapa hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa ang hujrahnya karena mata benda dunia yang diingininya atau seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya kepada apa yang dimaksud.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits di atas menjelaskan bahwa niat sangat berperan dalam menentukan hasil suatu pekerjaan. Lebih-lebih hasil ibadah kita. Suatu pekerjaan sudah dapat dibayangkan hasilnya lebih dulu dengan melihat kualitas niatnya. Niat yang kuat akan mendorong seseorang untuk melakukan pekerjaan yang diingininya. Niat yang kokoh akan mendorong anggota tubuh untuk berbuat. Niat yang lemah akan tampak pada amal yang tidak bersemangat, malas, dan setengah-setengah. Niat adalah dorongan atau kemauan hati yang kuat. Niat adalah ruh amal. Karena niat menentukan ikhlas atau tidaknya dia beramal. Syari’at mengkhususkan niat ini sebagai kehendak yang terarah kepada amal, karena mencari keridhaan Allah dan mengikuti _eraw-hukum-Nya. Niat yang lurus muncul dari iman yang kokoh. Niat yang bengkok muncul dari iman yang lemah.

Amal baik, jika niatnya karena selain Allah, maka amal itu dipalingkan oleh-Nya. Seperti berjihad fisabilillah, jika niatnya karena ingin dikatakan pemberani, niscaya amalnya tertolak dan tidak dapat balasan kecuali neraka. Sungguh orang yang salah menata niat saat beramal, sungguh dia berada dalam kerugian yang nyata. Dia sudah payah beramal, tapi tidak memperoleh apa-apa. Sebaliknya, niat baik karena Allah akan dinilai ibadah walaupun belum sempat dilaksanakan. Perhatikan hadits nabi berikut ini! Rasulullah bersabda :

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ. رواه البخاري و مسلم.

“Barang siapa menghendaki suatu kebaikan namun belum sempat mengamalkannya, maka ditetapkan baginya satu kebaikan.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Memang niat tak tampak oleh mata karena niat merupakan amalan hati. Hati yang gelap akan memancarkan niat buruk dan terwujud pada amal buruk atau amal yang kelihatannya baik, tapi di sisi Allah ia amal yang buruk. Seperti sedekah yang ingin mendapatkan pujian, lahirnya kelihatan baik, tetapi sebenarnya ia amal yang buruk. Di sisi Allah, amal ini tidak ada artinya. Allah tidak akan bersama orang yang niatnya karena selain diri-Nya. Sebaliknya, hati yang bening _erawatt kesuciannya akan memancarkan niat tulus karena Allah. Perwujudan dari niat itu adalah amal shaleh yang tanpa pamrih. Hatinya hanya berharap bahwa Allah selalu ridha terhadap amal yang dia lakukan. Dia tetap lurus beribadah dan beramal walaupun banyak komentar sumbang tertuju padanya. Harapannya adalah satu yaitu Allah ridha dan berkenan mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya. Allah akan bersama orang yang selalu menghadirkan niat karena Allah pada setiap perbuatannya.

Manusia itu ada dua golongan yaitu orang yang menghendaki keuntungan dunia dan orang yang menghendaki keuntungan akhirat. Orang yang tujuannya kebahagiaan dan kepuasan di dunia, maka semua usaha dan perbuatannya tertumpu pada keuntungan dunia, seperti harta benda, kedudukan, dan kehormatan. Sedangkan orang yang menghendaki pahala akhirat, maka semua usaha dan jerih payahnya tertuju pada keridhaan Allah. Apa pun yang ia lakukan jauh dari pamrih dan tujuan selain Allah. Allah berfirman dalam surat Hud ayat 15-16.

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ اْلحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لاَ يُبْخَسُوْنَ.

اُولٰئِكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُمْ فِى اْلآخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهاَ

وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. (هود : 15-16)

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat apa yang telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. Hud: 15-16)

Kita tahu bahwa niat adalah ruh amal, inti dan sendinya. Amal mengikuti niat. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Amal menjadi rusak karena niat yang rusak. Amal tidak ada artinya tanpa niat. Bukan disebut amal jika tanpa niat. Begitu besar pengaruh niat terhadap nilai suatu amal. Pekerjaan mubah seperti mencari nafkah, berdagang, bekerja untuk mnghidupi anak istri, bisa menjadi ibada mana kala diniatkan agar terjaga dari perkara haram dan mencari yang halal. Makan, minum, tidur, bersolek, mencuci pakaian, dan pekerjaan mubah lainnya, bisa menjadi bernilai ibadah jika diniatkan untuk ketaatan kepada Allah atau untuk melaksanakan kewajiban terhadap keluarga karena Allah. Niat karena Allah akan menjadikan semua amal bernilai ibadah selain amal yang haram.

Jika berkaitan dengan perkara yang haram, niat tidak bisa merubahnya. Niat tidak dapat mempengaruhi yang haram. Sebaik apa pun niatnya dan semulia apa pun tujuannya, niat tidak bisa menghalalkan yang haram. Orang yang korupsi, dia tidak dapat mensucikan harta jarahannya dengan bersedekah. Sedekahnya tertolak dan hartanya tetap haram.

Barang siapa mengambil riba, mencuri harta, mencari harta dengan cara yang dilarang, dengan niat untuk membangun masjid atau mendirikan tempat penampungan anak-anak yatim, atau disedekahkan kepada orang-orang miskin atau bentuk kebaikan apa pun, maka niat yang baik ini tidak berpengaruh apa-apa serta tidak bisa meringankan dosa yang haram. Yang haram tidak bisa dibersihkan dengan mensedekahkan sebagian darinya. Allah tidak menerima kecuali dengan yang bersih untuk mencapai tujuan mulia. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ وَلاَ يٌَْبَلأُ إِلاَّ طَيِّبًا. رواه مسلم

“Sesungguhnya Allah baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”

(HR. Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan

إِنّ اللهَ لاَ يَمْحُوْ السَّيِّئَ بِالسَّيِّئِ، وَلٰكِنَّ يَمْحُوْ السَّيِّئَ بِالْحَسَنِ،

إِنَّ الْخَبِيْثَ لاَ يَمْحُوْ الْخَبِيْثَ. رواه أحمد

“Sesungguhnya Allah tidak menghapus yang buruk dengan yang buruk, tetapi Allah menghapus yang buruk dengan yang baik. Sesungguhnya yang kotor itu tidak bisa menghapus yang kotor.”

(HR. Ahmad)

Menghadirkan niat karena Allah saat akan menghadap-Nya sangat penting dalam menentukan nilai amal. Amal kita akan sia-sia tanpa niat karena-Nya. Semua amal kita, baik ibadah atau aktivitas sehari-hari akan menjadi bernilai di sisi Allah, jika dia selalu mengawalinya dengan niat yang lurus. Hadirkanlah niat saat akan menghadap-Nya. Jangan palingkan niat dari selain-Nya. Allah akan selalu bersama orang yang istiqomah dalam berniat karena Allah. Allah akan menyertai amal hamba yang tulus ikhlas karena-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s