A. Mengenal Allah Al-Jalil

Betapa besar dan agungnya kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan alam semesta ini. Dia ciptakan bumi dan langit ini berlapis-lapis. Matahari terbit dan tenggelam menurut putaran rotasi dan waktu yang telah ditentukan. Dia sinari bumi dengan sinar mentari yang membawa kehidupan. Dia ciptakan flora fauna memenuhi planet bumi. Milyaran manusia bahkan lebih dari itu menempati bumi ini. Masing-masing memiliki sifat, prilaku, cirri-ciri fisik, keinginan dan keyakinan yang berbeda-beda. Setiap daerah memiliki musin dan cuaca yang berbeda pula. Perbedaan itu menghasilkan buah dan tanaman yang berbeda pulan. Bunga-bunga yang tumbuh pun menunjukkan kekhasan daerah masing-masing. Di dasar samudra yang begitu kaya akan hasanah kebesaran Allah ikut membuktikan bahwa Allah SWT adalah pencipta teragung. Tidak ada pencipta selain Dia.

 

Demikian pula dengan manusia makhluk yang paling mulia dari semua makhluk ciptaan-Nya. Rizkiny telah ditentukan. Alur kehidupan yang dijalaninya antara yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Kesukaan, sifat, tabi’at, dan keyakinannya berbeda-beda pula. Setiap menusia mempunyai wajah, bahasa, dan nama yang berbeda-beda pula. Sungguh betapa Maha Agungnya Allah menciptakan semuanya.

 

Tiap-tiap sesuatu yang ada di alam semesta ini mempunyai nama. Terkadang satu benda mempunyai dua atau tiga nama dalam berbagai bahasa. Semuanya hanyalah sekedar nama, yang tidak mempuyai khasiat dan pengaruh apa-apa. Demikian seperti ungkapan orang-orang Barat : “What’s a name”. Sering memang kita jumpai dalam lingkungan sekitar kita nama seseorang itu tidak mencerminkan dari makna nama itu sendiri. Seperti, Hasan dan Husain yang berarti kebaikan. Orang tuanya berharap keduanya menjadi orang yang gemar melakukan kebaikan, tetapi kenyataannya mereka berdua menjadi preman kampung yang meresahkan penduduk kampung. Shodikin artinya orang yang jujur dan benar. Tetapi, prilakunya dan ucapanya selalu berbohong. Seorang yang mendapat gelar Baginda Raja, sebenarnya dia hanya manusia biasa.

 

Dalam Islam nama sangat diperhatikan. Karena namamerupakan do’a baginya. Tiap laki orang memanggil namanya berarti dia tiap kali dido’akan oleh orang lain. Ada seorang yang bernama “Narqo” yang artinya neraka. Mulai dari kecil dia selalu membuat orang tua sedih dan malu. Ketika besar dia tinggalkan perintah agama dan dikerjakan larangan Allah. Judi menjadi hobinya. Dan di akhir hayatnya dia mati ditembak oleh polisi, karena dia menjambret harta orang yang sedang berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan. Dan begitu sebaliknya.

 

Tuhan pencipta alam semesta ini juga mempunyai nama, yaitu Allah Rabbul Jalil. Luwis Ma’luf dalam kamusnya “Al-Munjid” menyatakan bahwa: “Allah adalah nama zat yang wajib ada-Nya”. Syahminan Zaini mengatakan: “Allah adalah nama bagi pencipta alam semesta yang wajib ada-Nya yang mempunyai sifat-sifat ksempurnaan dan suci dari semua sifat-sifat kekurangan yang tidak sesuai dengan kesempurnaan keuluhiyahan dan kerububiyahn-Nya. Nama tersebut diberikan oleh Allah kepada diri-Nya sendiri. Di dalam Al-Qur’an nama “Allah” disebutkan sebanyak 2698 kali. Dia-lah Allah Tuhan yang Esa. Tidak ada bndingan yang menyamai-Nya. Dia tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dia-lah penggenggam segala sesuatu. Apa yang dikehendaki-Nya, tak ada yang mampu menhalangi-Nya. Apa yang tidak diingini tidak ada yang mampu memilikinya. Semua tunduk dalam kekuasaan-Nya, bergantung kepada qadrat-Nya, dan akan kembali kepada-Nya.

 

Orang yang beriman menjadikan hidupnya selalu tunduk dan patuh terhadap ketentua-ketentuan-Nya. Mereka berusaha menghindari semua larangan-Nya. Diciptakan manusia gar mau beribadah murni kepada-Nya. Dibenci segala kesyirikan dan kemunafikan di antara hamba-hamba-Nya. Dihadiahkan surga bagi orang-orang yang bertaqwa dan dihidangkan neraka bagi jamuan orang-orang yang durhakan kepada-Nya. Tidak berlalu hidup manusia kecuali Dia Maha mengawasi dan meminta tanggung jawab atas semua yang dilakukan manusia. Di samping itu Dia sediakan ampunan bagi hamba pendosa yang ingin kembali mendapat rahmat dan rida-Nya. Dia akan lipatkan pahala bagi amal hamba yang tulus sejati. Tak dihiraukan hamba yang menduakan Allah dengan yang lain-Nya.

 

Mulia dan hina seseorang tergantung keputusan-Nya. Tinggi dan rendahnya derajat seseorang di sisi-Nya berada dalam keadilan-Nya. Qadla dan qadar-Nya menentukan nasib semua. Tak satupun yang mampu menolaknya. Hidup dan matinya hamba dijadikan akhir dari ujian manusia. Lulus atau berhasil menjalani ujian hidup Allah berikan balasan yang seadil-adilnya. Maha Rahman dan Rahimnya Allah Pengusa jagat alam semesta. Dia-lah Allah yang Maha Agung, Maha Bijaksana, dan Maha Memelihara. Allah memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan jauh dari sifat-sifat kekurangan. Nama-nama-Nya yang mulia melekat pada kebesaran-Nya. Adai kata semua makhluk bertaqwa tidak mempengaruhi akan singgasana kebesaran-Nya. Andai kata semua makhluk durhaka kepada-Nya, tidak akan mengurangi keuluhiyahan-Nya. Allah Ilaahun Waahidun. Atas kehendak-Nya alam ini ada dan berjalan sampai saat ini. Diturunkan rahmat-Nya bagi penghuni langit dan bumi. Dia Maha Kekal tidak rusak dan hancur seperti rusaknya makhluk ciptaan-Nya. Dia-lah Allah berbeda dengan makhluk-Nya baik zat atau sifat-sifat-Nya. Allah Maha Mendengar semua suara yang lembut atau yang tersembunyi. Dia Maha berfirman menurunkan wahyu-wahyu-Nya sebagai pedoman hidup manusia. Maha Melihat yang ghaib dan yang tampak. Dia-lah Allah Tuhan alam semesta.

 

Mengenal Allah dengan baik, akan menjadi dasar bagi manusia dalam menentukan sikap dan prilaku yang benar. Mengenal Allah mendorong seseorang yang beriman, hidup sesuai dengan fitrahnya di dunia tanpa menyimpang dari ketentuan-ketentuan-Nya. Mengenal Allah dengan baik menjadikan hamba cinta dan rindu untuk bertemu dengan-Nya. Dia curahkan semua keinginannya yang terpendam di dalam hati dalam wujud prilaku, pikiran, atau ucapan sesuai dengan undang-undang Allah SWT. Dia gantungkan hidupnya kepada kehendak dan kekuasaan-Nya. Dengan mengenal Allah, hidup hamba menjadi damai dan tentram, karena hatinya tidak akan didominasi oleh kegalauan, kesedihan, dan kecemasan. Begitulah hidup yang mengenal Allah SWT, dia akan mengetahui eksistensi dirinya hidup di dunia ini, sehingga dia akan mempergunakan hidup yang sekali ini dengan memperbanyak amal shaleh. Dia merasa rugi jika waktu dan kesempatannya terbuang begitu saja tanpa terisi dengan amal shaleh. Memang, mengenal Allah SWT hidup seseorang menjadi penuh berkah. Semua anggota tubuhnya dipergunakan untuk ketaatan kepada-Nya. Kekhilafan dan dosa yang dilakukan segera bertobat kepada-Nya. Apa saja yang dimilikinya menjadi ladang pahala. Apa saja yang dipegang dan yang dilakukannya menghantarkan kepada keridlaan-Nya. Tidak ada lagi waktu yang terbuang sia-sia. Tidak ada lagi kesempatan yang percuma. Hidupnya dijadikan modal untuk mendapatkan rahmat Allah yang sebanyak-banyaknya. Semua aktivitasnya tidak lain dan tidak bukan hanya mengharap ridla Allah SWT. Bagi orang yang beriman, mengenal Allah merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Mengenal Allah lebih dekat, menjadikan seorang hamba gemar melakukan kebaikan.

 

Siapa yang mengenal-Nya, Dia akan menyertai hidupnya. Siapa yang terus langgeng menyebut-Nya, Dia akan bersama hamba-Nya. 24 jam lamanya dia ingat Allah SWT, Dia pun akan mengigatnya selam itu pula. Hamba yang rindu ingin bertemu Allah, Dia pun menjanjikan pertemuan itu. Hamba yang meminta tolong kepada-Nya, Dia siapkan pertologan untuknya. Hamba yang meminta petunjuk, Dia tunjuki kejalan kesukaan-Nya. Hamba yang bersyukur terhadap semua nikmat-Nya, Dia lipat gandakan nikmatnya. Hamba yang terus mengucurkan air mata penyesalan sedang bertobat atas dosa-dosa yang dilakukannya, Dia buka pintu ampunan-Nya dan dipersilahkan menjadi kekasih-Nya. Hamba yang puasa dari keinginan dunia, Dia golongkan pada hamba-hamba yang dicintai-Nya. Hamba yang menyerahkan hidupnya sepenuhnya ditangan Allah, Allah tetapkan hidupnya yang terbaik buat dirinya. Subhanallah, betapa damainya mengenal Allah SWT. Tidak ada rasa takut dan cemas menyelimuti hidupnya. Mengenal Allah adalah kunci hidup meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.

 

Sebaliknya banyak orang yang menikmati anugrah Allah, tetapi tidak merasa Allah mengetahui. Banyak pelaku maksiat begitu gembira melakukan kemesuman, lupa Allah mengawasinya dengan penuh kemurkaan. Dia ambil harta yang bukan haknya dengan tenang, seakan-akan Allah tidak melihatnya. Mengalir deras kata-kata kotor dan kasar dari mulutnya, lupa kelak Allah memberi balas. Dia hidup penuh kebebasan tanpa ada batas, hidupnya dibimbing oleh nafsu dan bisikan syaitan laknatullah. Kesedihan dan kegagalan hidup menjadikan dia iri dan dengki kepada sesama. Keberhasilan dan kekayaan menjadi sumber dia bersifat angkuh dan sombong berjalan di muka bumi. Dia lalui tahap-demi tahap tangga kemaksiatan. Di akhir usianya genap sudah dosa yang dikumpulkan olehnya, yang kemudian akan dijadikan oleh Allah siksa yang teramat pedih. Tanpa mengenal Allah hidupnya jauh dari keberkahan, jauh dari nikmat dan rahmat-Nya, jauh dari ketentraman. Kegagalan demi kegagalan mengiringi langkah-langkah hidupnya. Penyesalan-penyesalan menghantui perjalanan hidupnya. Dunia hitam-mungkin itu ungkapan yang tepat- bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah SWT.

 

Seberapa banyak harta yang dihimpunya, tidak dapat merasakan kedamaian. Lihat kisah Qorun pada zaman Nabi Musa! Teramat banyak hartanya sampai membutakan mata hatinya. Bakhil, pelit, dan sombong menguasai dirinya. Dan akhirnya dia tersiksa oleh harta yang dipuji dan dipujanya. Raja Namruj dan Raja Fir’aun di timpa bencana yang amat dasyat juga karena mereka tik mengenal Allah SWT. Orang yang tidak mengenal Allah, akan dijauhi oleh manusia. Makhluk selain manusia pun akan mengutuk hamba ini. Dia diberi oleh Allah, tetapi dia tidak mau berterima kasih kepada-Nya. Dia diselamatkan dengan diberi kesempatan untuk mengenal-Nya, malah mendurhakai-Nya. Pantaslah Allah akan menghadiahkan buat mereka azab pedih yang tidak terkirakan sebelumnya. Tidak mengenal Allah SWT, seperti orang buta menyusuri hutan belantara. Tidak mengenal Allah SWT, hidup seperti orang melek di tengah kegelapan yang pekat. Meraba-raba, mengira-ngira, menduga-duga, mencoba dan mencoba untuk menentukan siapa dirinya sebenarnya. Sungguh merana orang ini. Sungguh tolol orang seperti ini, karena petunjuk hidup sudah nyata dan dekat. Tetapi, dia masih berpaling darinya. Sungguh bodoh orang seperti ini, karena teladan hidup yang sempurna -Nabi Muhammad SAW- sudah mengenalkan diri. Tetapi, dia malah pura-pura tidak mengenal. Pantaslah dia kalau tidak mengenal Tuhannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 responses »

  1. ersy says:

    bagaimana jika kita mendahulukan kurban dripada akikah?sdgnkan umur kta sdh tua..dan sampai mti pun tdk melaksanakn akikah?apkh kta berdsa?

    • annajib says:

      Ibu dan Bapak yang dirahmati Allah SWT, ibadah Qurban hukumnya wajib bagi yang mampu sedangkan ibadah aqiqah hukumnya adalah sunnah. Jadi jika Bapak atau ibu mendahulukan ibadah qurban, maka itu sudah tepat sekali dan jika tidak sempat beraqiqah, maka Bapak atau Ibu tidak berdosa karena hukum aqiqah itu adalah sunnah.semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s