Kesucian jiwa saat berambisi

Kebahagian yang tiada tara manakala seseorang dapat meraih cita-citanya dengan tetap berpijak pada kesucian jiwa dan akhlakul karimah yang bersumber dari hati yang bening dan pikiran yang tawadhu’. Sungguh sangat berharga, orang yang selalu menjaga kemulyaan jiwa. Sebab, berharga dan tidaknya seseorang -di sisi Allah- ditentukan oleh sejauh mana ia komitmen menjaga kemulyaan diri saat berambisi meraih sesuatu. Sabda Nabi SAW: “Uthlubul hawa-ij bi’izzatil anfus, fainnal umuura bil maqoodir” Artinya: “Carilah kebutuhan hidup dengan tetap menjaga kemulyaan jiwa. Sesungguhnya semua perkara itu bergulir dengan taqdir Allah SWT.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s