HALALBI HALAL

Oleh : Ustadz Samsul Afandi,SS.,M.Pd

Manusia pada dasarnya mempunyai dua tugas utama dalammenjalani hidup di dunia ini,yaitu tugas sebagai hamba Allah swt yang bertujuan agar manusia selalu menyembah dan mengapdi kepada Allah sepanjang hayatnya.dan yang kedua adalah tugas sebabgai kholifah Allah yaitu,bertugas untuk menciptakan kedamaian, kemakmuran,kebaikan, keamanan, dan berbuat kebaikan kepada sesamadan masenua makhluk yang ada. Dua tugas ini harus dijalankan seiring dan seibang baik hablum minalloh maupun hablum minan nas.

Jika salah satu tugas yang ditunaikan dan tugas yang lainnya diabaikan maka sudah dipastikan dia akan merugi.  Dalam menjalankan dua tugasnya manusia diberi oleh Allah petunjuk yaitu al-qur’an dan teladan yang mulia yaitu baginda Rasul Muhammad saw. Tetapi, diasamping ituAlloh juga memberikan ujian hidup berupa penbggodanya yaitu adanya setan dan pengikutnya untuk selalu menggoda manusia agar terjerumus dalam perbuatan maksiayatserta nafsu yang berada dalam sanubarinya.Nafsu ini selalu mengajak manusia untuk berbuat buruk dan kejahatan.

Karena itulah,manusia yang bersifat alpa dan penuh kesalahan lalu Alloh menganugrahkan bulan suci Ramadhan sebagai media waktu untuk mensucikan diri di hadapan Allah swt. Dengan berbagai macam ibadah yang dilakakukan di bulan Ramadhan berharap Allah berkenan mengampuni semua dosa dan alpa kita. Ini merupakan dosa kepada Allah. (hubungan Allah dengan kita). Lalu bagaimana dengan dosa-dosa yang berkaitan dengan manusia atau anak adam yang lainnya?

Dosa ini tidak akan diampuni hingga dia /orang yang bersangkutan mau meminta maaf pada orang yang pernah didholimi.karena itu, ada istilah halal bi halalyaitu saling menghalalkan semua hak yang pernah diadholimi dan salaing terbuka untuk meminta maaf dan memberikan maaf kepada orang lain.Disinilah pentingnya nilai silatur rahmi saling mengunjungi dan saling memaafkan,saling terbuka,dan mempererat hubungan kekeluargaan atas dasar nilaikeimanan.

Jika dosa kita kepada Allah telah diampuni dan alpa kita sudah dimaafkan oleh orang yang bersangkutan, maka insya Alloh kita akan menjadi orang yang bersih suci, dan fitri (kembali pada kesucian). Dengan demikian kita akan memperoleh predikan ‘iidul fitri (kembali pada kesucian) dan dengan diri yang suci, pikirang yang jernih , serta hati yang bening maka dibulan syawalini kita akan mengalami banyak peningkatan baik ubudiyahnya maupun aktivitas kesalehan kita baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

Semoga semua amal kita selama bulan suci Ramadhon diterima Allah SWT dan semua dosa kita di maghfiroh ole-Nya. Amiin ya Robbbal ‘aalamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s