TIPS MENDIDIK ANAK MENJADI GENERASI ISLAMI

Oleh: Ustadz Samsul Afandi

 

Dalam kehidupan ini orang tua memiliki tanggung jawab yang besar di dunia ini yaitu memberikan pendidikan yang terbaik buak anak-anaknya, di samping mereka harus beribafdah dan menjalankan tugas sebagai kholifah Allah di dunia ini. Beban yang berat dan tanggung jawab yang amat sangat berat ini seimbang dengan balasan mereka yang begitu besar manakala mereka berhasil menjadikan putra putrinya menjadi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah dan juga mereka berrhias dengan akhlak yang agung dan luhur. Kebahagiaan yang tak terlukiskan dengan apapun manakala seorang ayah atayu ibu ketika melihat putra putrinya menjadi orang yang berperan aktif mengisi kehudupan ini dengan akhlak yang mulia. Mereka akan selalu membahagiakan kedua orang tuanya di dunia hingga kelak dia kherat. Karena itu, anak yang sholeh tidak sekonyong-konyong diperoleh orang tua, tetapi memerlukan perjuangan, didikan, pengorbanan yang besar serta keteladan bersahaja dari kedua orang tanya.

Betapa besar harapan orang tua untuk memiliki putra yang sholeh akan terimplementasi dengan berapapun biaya yang dikeluarkan agar anak tercinta dapat menjadi orang yang berhasil dan sholeh.

Baiklah, di bawah ini ada beberapa tips yang perlu kita lakukan agar kita memiliki putra yang sholeh, yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia:

1. Saat janin di dalam kandungan

Di dalam kandungan ini Allah menetapkan taqdir janin yang erkaitan dengan rizki,  ajal, umur, jodoh, bahagia dan susah  selama hidup didunia nanti. Disisnilah peran orang tua harus intens untuk memohon ykepada Allah agar takdir yang diberikan oleh Allah kepada jinin berupa takdir yang baik. Dan saat bayi dalam kandung pula suami hendaknya terus memberikan gizi, kasih sayang, perhatian, dan kesholehan jiwa pada istrnya, agar sang istri selalu berprasangka baik pada suami, rela dan ridho saat mengandung bayinya, dan ibu selalu terinspirasi untuk selalu ingat dan berdikir kepada Allah, membaca al-qur’an. Dengan demikian bayi sejak ada dalam kandungan sudah mendengar dan menangkap siyal-sinyal ketauhidan.

 

2. Saat baru lahir

Bayi yang baru lahir pada umumnya menangis. Apa sebab? dalam kitab -‘Ibadalloh wa syayatiin- disebutkan bahwa bayi menangis karena kedua pundaknya dicengkram oleh syetan dengan telunjukknya, karena bayi sudah nyata di dunia untuk menjalankan kewajiban yang berat di dunia ini, karena bayi mengalami perubahan alam yaitu dari alam rahim menuju pada alam dunia. Karena Itu Rasulullah saw memerintahkan kita umatnya untuk adzan di telingan kanan dan iqomah di telinga kiri . Ini bertujuan supaya bayi itu terlepas dari cengkraman syetan dan mengawali kehidupannya dengan mendengarkan dua kalimat tauhid, serta suara yang pertama kali didengar oleh bayi adalah kalimat yang tertinggi yaitu kalimat tauhid.

Kemudian bayi itu diberi nama yang baik, diaqiqahi, dan dicukur rambutnya. Selanjutnya rambut yang telah dicukur itu ditimbang dengan emas, kemudian emas itu disedekahkan pada para fakir miskin.

3. Saat usia bayi 0,5 -8 tahun

pada usia ini anak memiliki perkembangan otak dan semua indra yang sangat pesat sekali yaitu 80 %. adapun pertumbuhan 20% akan berproses pada perkembangan berikutnya. Karena itu pada usia ini orang tua harus memberikan materi pendidikan yang baik, menarik, bertahap, sesuai dengan daya tampung dan kemampuan anak. Pendidikan yang terbaik pada usia di bawa 8 tahun ini antara lain:

* Orang tua mengenalkan Allah dan Rasul-Nya

* Orang tua menjadikan semua yang terdengar, terlihat, terasa oleh anak sebagai media belajar anak untuk bertauhid kepada Allah

* Orang tua melatih anak untuk selalu tanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya

* orang tua banyak memperdengarkan kalimat-kalimat yang baik

* orang tua lebih banyak mengajak anak untuk terbiasa berkata, berbuat yang shoolih

* orang tua harus memberikan keteladanan yang instens

* Orang tua mengajak anak untuk latihan beramal, bersedekah, membaca al-qur’an, berdzikir, berdoa,

* Orang tua sering bertanya tentang manfaat dari apa yang dilakukan oleh anak.

* orang tua tidak segan-segan memberikan pujian dan sanjungan dengan kebaikan anak

* Orang tua tidak segan-segan memberikan hukuman yang mendidik pada anaknya manakala anak berbuat salah

* Orang tua banyak memperhatikan dan memberikan kasih syangnya kepada anak

* orang tua berusaha untuk memberikan makanan dan pemenuhan kebutuhan anak dengan rizki halal

* Orang tua selalu mendoakan anak agar menjadi anak yang sholeh

*Biasakan anak untuk selalu berdoa sebelum dan sesuadah melakuykan segala hal.

* Biasakan anak kita berwudhu seebelum tidur

*orang tua membiasakan diri anak untuk bergaul dengan orang-orang sholeh yang alim, wara’, sabar, santun, tekun ibadah, dll dengan demikian anak akan selalu berusaha mencontoh kepada orang sholeh tersebut

* orang tua selalu memberikan fasilitas yang mendukung prestasi anak pada Islam

* hindari anak di usia ini untuk banyak berhalusinasi dengan dunia maya seperti game, internet dan semisalnya. karena sesunggunya itu merusak otak anak, meracuni pertumbuhan dan perkembangan Anak yang sangat berharga. Ini bertujuan agar anak kelak tidak menjadi maniak game atau internet yang pada gilirannya mereka banyak meninggalkan perintah Allah dan durhaka kepada orang tua.

* Jauhkan anak-anak dari suara-suara yang membutakan mata hati mereka seperti mencaci, berkata kotor, musik yang berlawanan dengan akidah Islam

*Jaga dan jauhkan anak kita dari pergaulan bebas yang tidak mendukung pertumbuhan dan perbaikan anak.

* Berikan rasa percaya diri pada anak saat mereka menunjukkan prestasi mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s