EKASPRESI KELULUSAN SISWA SMA MASA KINI

Oleh : Samsul Afandi, SS., M.Pd

Tepat pada hari Sabtu tanggal 26 Mei 2012 hasil Ujian Nasional (UN) bagi siswa tingkat SMA di umumkan secara online. Sekian lama bagi siswa-siswa tingkat SMA di seluruh penjuru Nusantara ini baik diperkotaan hingga dipelosok-pelosok menantikan saat-saat yang mendebarkan, yaitu pengumuman hasil UN. Sekian lama mereka menatikan waktu pengumuman itu tiba dengan penuh harap-harap cemas.

Penantian ini terasa sangat lama. Hal ini seperti menunggu bom waktu yang siap meledak. Pengumumanpun kelulusanpun dibuka secara online. hal ini supaya mudah diakses oleh siapapun, dimanapun  dan disetiap waktu yang mereka kehendaki.  Benar ungkapan ini, ternyata ratusan siswa bahkan puluhan ribu siswa di seluruh sekolah menengah telah menyiapkan berbagai atribut dan asesoris kegembiraan yang mereka natikan , seperti cat pilok, spidol, lumpur, tepung, kendaraan dan lain-lainnya. Bahkan ada pula sejumlah siswa telah menyiapkan berbagai senjata tajam dan batu yang siap dilemparkan kearah lawan.

Setelah pengumuman dibuka. sepontanitas mereka teriak-teriak histeri, melompat-lompat, berpelikan, dan dilakjutkan dengan saling corat-coret baju, celana, rok atau seragam sekolahnya dengan cat pilok dan spidol. Ekspresi atau ungkapan kegembiraan ini tidak cukup, mereka banyak yang melanjutkan dengan turun ke jalan raya dan melakukan konvoi dengan jumlah siswa yang besar. Anehnya, dalam konvoi ini laki-laki perempuan berpelukan sesekali berdiri dengan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi dan berteriak-teriak serta mereka membunyikan klakson berkali-kali. Konvoi ini menggunakan semua badan jalan hingga mengganggu para pengendara. Disebagian tempat, ada siswa yang telanjang (membuka baju dan celana panjang hanya mengenakan celana bikini serta tubuh yang dicorat-coret berdiri di atas kendaraan keliling kota. Ada pula di daerah luar Jawa, setelah mereka menerima surat kelulusannya, mereka konvoi kejalan dan bertemu dengan konvoi siswa dari sekolah lainnya. Tak elak lagi pertemuan ini berakhir dengan tawuran masal antar pelajar. Ada pula yang mengekspresikan kegembiraan atas kelulusan mereka dengan minum-minuman keras serta pergaulan bebas.

Pada hal, Pihak kepolisian telah mengeluarkan peraturan larangan untuk konvoi dijalan raya dan tawuran antar pelajar. Hal ini, bertujuan demi keselamatan mereka sendiri dan untuk menjaga ketertiban umum. Tetapi mereka sangat keras dan bersih keras melakukan tindakan-tindakan kriminal yang sungguh tidak pantas dilakukan oleh seorang pelajar.

Sebagian kecil terdapat siswa-siswi yang merayakan kelulusan mereka dengan sujud syukur, bermain perang lumpur, ada pula yang mengekspresikan kegembiraan mereka dengan mengumpulkan baju seragam mereka, yang kemudian dihibahkan kepada siswa-siswi yang sangat membutuhkan terutama di daerah-daerah pelosok.

Sungguh jika dilihat potret siswa-siswa masa kini (tahun 2012 ini), sebagai pendidik penulis sangat prihatin terhadap bobroknya moral generasi muda ini. Sungguh mereka jauh sekali dari tuntunan spiritual. Betapa terpuruknya etika dan moral mereka. Semua ini tidak terlepas dari produk pendidikan masa kini dan pengaruh teknologi, informasi, budaya liberal yang kuat mencengkram kehidupan mereka. Dan indikasi lain adalah betapa lemah dan carut-marutnya nilai keimanan mereka masa kini. Kalau sudah seperti ini, bagaimana masa depan bangsa dan negara yang kita cintai ini? Akankan kelak bangsa ini akan dipimpin oleh mereka-mereka yang tak kuat membendung gejolak jiwa mereka?

Sekarang, siapa yang bertanggungjawab? Bagaimana solusinya menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan anak muda masa kini yang sudah pasti mereka pula yang akan menjadi pemimpin-pemimpin negara besar ini?

Atau sudah keadaan ini dibiarkan saja seperti air mengalir kehulunya?

Islam sangat memulyakan pelajar-pelajar yang sukses berkat karunia-Nya, kesungguhan dan ketekunan mereka dalam belajar. Dan jauh lebih memulyakan lagi terhadap pelajar yang sukses, cerdas, terampil, berwawasan luas, tetapi berakhlak mulia.

Karena itu, kita semua selaku pendidik, merasa ikut terpanggil untuk berpartisipasi dalam memberikan arahan, bimbingan, pendidikan yang benar-benar memartabatkan manusia dengan nilai-nilai luhur baik spiritual maupun moral lewat pendidikan yang berkwalitas, berbudi luhur, dan penuh rasa cinta. Semoga tulisan kecil ini mendorong kita semua untuk tetap berprilaku terpuji dalam semua keadaan. Terutama berlaku terpuji saat mengekspresikan kegembiraan saat menerima berita  kelulusan seperti ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s