Problem Pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab

Oleh: Samsul Afandi, SS.,M.Pd.I

Bahasa adalah alat untuk menumpahkan isi hati, pikiran seseorang terhadap lawan bicaranya. Berbahasa merupakan media terpenting bagi manusia untuk melakukan interaksi dengan orang lain. Terkait dengan bagaimana orang menilai belajar bahasa Arab, banyak sudut pandang yang heterogen. Sebagian ada yang memandang bahasa Arab adalah bahasa agama, karena bahasa arab dipandang sebagai alat untuk mempelajari teks-teks suci yang berbahasa Arab. Ada yang berpandangan belajar bahasa Arab adalah belajar bahasa ilmu pengetahuan islam. pandangan ini juga tidak salah, karena memang ilmu-ilmu islam mayoritas referensinya berbahasa Arab. Dan ada pula yang berpandangan bahwa belajar bahasa arab adalah belajar berbahasa. Pandangan ini lebih menitik beratkan pada bagaimana orang belajar bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.

Perbedaan sudut pandang ini, menyebabkan adanya perbedaan metode, teknik, bahan ajar, media pembelajarannya. Jika, bahasa Arab sebagai alat komunikasi, maka belajar bahasa Arab lebih menitik beratkan pada bagaimana anak didik banyak praktik dan terampil untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Arab, baik menyimak, berbicara, membaca, maupun menulisnya.

Terlepas dari berbagai sudut pandang tersebut, jika kita amati dengan seksama, maka pembelajaran bahasa arab banyak menemui berbagai kendala dan hambatan.

Berbagai promblem tersebut antara lain:

1. mengapa belajar bahasa Arab membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. bukti konkritnya: siswa belajar bahasa Arab di SD selama 3 tahun (mulai kelas 4 sampai kelas 6); kemudian dilanjutkan ditingkat MTs selama 3 tahun; dilanjutkan di tingkan MA selama 3 tahun dan didalam perguruan tinggi selama 4 tahun. sehingga kurun waktu untuk belajar bahasa Arab kurang lebih 13 tahun, tetapi hasil survei menyatakan masih banyak siswa yang belum mahir berbicara dalam bahasa Arab, sulit memahami tels-teks Arab dan kesulitan untuk menulis dalam tarkib arab. Mengapa ini terjadi? Pasti didalamnya terdapat berbagai kendala mpenghambatnya

2. Mengapa motivasi siswa sangat rendah dalam belajar bahasa Arab? Mengap? Apakah bahasa Arab adalah bahasa yang rumit dan sulit dicerna? atau metodenya monoton, atau kurang inovasi dari guru dalam mengemas pelajaran bahasa Arab menjadi menarik dan menyenangkan.

3. Buku-buku paket bahasa Arab terkesan sulit dan padat dengan materi. Serta isi buku terkadang tidak relevan dengan realitas siswa yang ada, sehingga hal ini menyebabkan siswa belajar bahasa arab kurang termotifasi.

4. Media bahasa Arab sangat terbatas. karena itu, dibutuhkan guru yang kreatif untuk menemukan dan membuat media pembelajaran bahasa Arab yang menarik. Sebab, peranan media sangat penting dalam mentransfer pengetahuan bahasa kepada siswa. Ditoko-toko tidak dijual media-media bahasa Arab yang membahas tentang materi  hiwar dalam kondisi tertentu. Kalupun ada, itu pun untuk kalangan terbatas, film-film dan kartu-kartu bahasa Arab, poster-poster Arab, buku-buku cerita dalam bahasa Arab. jika dibandingkan dengan bahasa Inggris, kita akan banyak menjumpai media pembelajaran bahasa Inggris di setiap toko-toko besar. Kapan media-media bahasa Arab tersedia di setiap toko?

4. Disebagian sekolah, tenaga pengajarnya bukan dari jurusan bahasa arab (tidak memiliki keterampilan bahasa Arab yang memadai).  ada guru yang mahir keterampilan bahasanya, tetapi keteampilan mengelola kelasnya kura (bukan guru profesional) dan kalau ada guru yang profesionalnya tinggi, tetapi tidak diimbangi dengan kompetensi kemahiran berbahasa yang baik. Ini juga akan menentukan hasil pembelajaran bahasa Arab. Alangkah baiknya, jika tertadap guru yang memiliki keterampilan bahasa (istima’, kalam, qiraah, dan kitabah) dan dia juga memiliki kompetensi dalam memenej kelas dengan piawai memilih metode, teknik, media, materi, dan mengetahui kondisi, motivasi, dan kemampuan siswa-siswanya, sehingga dia dapat benar-benar dapat menyajikan pembelajaran bahasa Arab yang menyenangkan dan siswa dapat meningkat kompetensi bahasanya.

5. Waktu dan jam pembelajaran di sekolah hanya 2 jam pelajaran dalam satu minggu. Watu yang terbatas membuat pembelajaran bahasa Arab semakin lama tercapai. Karena itu perlu ada jam tambahan (ekstra) untuk menambah jam belajar bahasa Arab.

6. Kurangnya faktor pendiukung bagi perolehan bahasa Arab bagi siswa. artinya siswa jarang mendengarkan ungkapan-ungkapan arab, berbicara arab, membaca teks arab, dan menulis kalimat-kalimat arabiyah.  Intinya faktor pendukung pembelajaran bahasa Arab adalah adanya lingkungan bahasa Arab. Jika ada lingkungan bahasa Arab,maka bahasa Arab dengan sendirinya terserap oleh siswa-siswa untuk kemudian diterapkan dalam komunikasi sehari-hari.

Jadi, untuk mengatasi berbagai problemproblem diatas, kuncinya adalah bahasa adalah bahasa sehari-hari, maka hendaknya bahasa harus dilatih sebayak mungkin disimak, diucapkan, dibaca, dan ditulis oleh siswa. dengan banyak berlatih ini, siswa akan lebih mudah dalam mempelajari bahasa Arab. Selamat berjuang !!!!!!!!!!!!!!!!!!

Perbed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s