FAKTA MENAKJUBKAN DI BALIK GERAKAN SHALAT

Oleh: H. Samsul Afandi, SS., M.PdI

Sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-Nya, Dia memerintahkan semua hamba-hamba-Nya untuk menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebab, di balik tiap perintah yang harus ditunaikan dan larangan yang harus dijauhi oleh hamba-Nya menyimpan banyak kebaikan dan fakta-fakta menakjubkan. Dalam shalat misalkan, bacaan dan gerakan shalat memiliki fungsi dan manfaat yang besar bagi kesehatan fisik dan mental manusia.

Ilmu pengetahuan membuktikan dan tidak dapat membantah bahwa Islam itu adalah agama yang benar. Di balik perintah shalat ternyata terdapat keajaiban terhadap tubuh atau manfaat bagi kesehatan manusia. Allah SWT memerintahkan shalat pada hamba-Nya bukan berarti Allah Swt yang akan memperoleh keuntungan dari shalat tersebut, tetapi merekalah yang akan memperoleh kebaikannya. Shalat adalah teknis merendahkan diri (menyembah) kepada Allah Subhana wa Ta’ala dengan menghadap kiblat. Secara Dhahir melibatkan seluruh anggota badan untuk bersimpuh di hadapan sang Kholiq. Dan secara bathin merendahkan akal, hati, nafsu sambil mengucapkan dzikr dan doa doa. Namun, dalam tulisan ini akan dibahas tentang fakta-fakta menakjubkan di balik perintah shalat, di antaranya:

  1. Gerakan takbiratul ihram

Takbiratul ihram, yaitu takbir pertama dalam shalat berbarengan dengan niat menunaikan shalat. Takbir ini dinamakan takbiratul ihram karena sejak takbir ini dibaca, maka diharamkan bagi orang yang shalat untuk melakukan segala aktivitas dan perkataan halal, selain gerakan dan bacaan shalat saja. Posisinya adalah berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan takbiratul ihram ini dapat melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

  1. Gerakan Rukuk

Rukuk adalah gerakan shalat yang ditandai dengan tulang belakang lurus dengan posisi kepala dan kedua tangan diletakkan pada kedua lutut. Gerakan rukuk yang sempurna dapat menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu, punggung, paha, betis hingga ke bawah. Selain itu, rukuk dengan tumakninah secara otomatis melatih kemih agar terhindar dari gangguan penyakit prostat.

  1. Gerakan I’tidal

I’tidal merupakan gerakan shalat bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Gerakan i’tidal ini adalah variasi gerakan postur tubuh setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

  1. Gerakan Sujud

Sujud adalah gerakan menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi bertumpu pada bumi. Gerakan sujud ini berfungsi memompa aliran getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang atau meningkatkan kecerdasan akal. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi sujud ini juga dapat menghindarkan dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Dalam situs http://www.birayang.com disebutkan ada beberapa fakta lain yang menakjubkan dari gerakan sujud ini, seperti yang dikemukakan oleh beberapa pakar di bawah ini:

  1. Dr. Fidelma O’ Leary, Phd (Neuroscience) dari St. Edward’s University, telah menjadi muallaf karena menemukan fakta penting tentang manfaat sujud bagi kesehatan manusia. Sebagai neurologis (ahli syaraf), wanita berdarah Irlandia ini mendapati bahwa ada saraf-saraf tertentu di otak manusia, yang hanya sesekali saja di masuki darah. Bila tidak dimasuki darah sama sekali, maka akan berakibat sangat buruk untuk kesehatan manusia. Untuk itulah dibutuhkan aktivitas rutin memasukkan darah ke syaraf-syaraf itu. Dan aktivitas rutin itu adalah sujud di dalam shalat umat Islam.
  2. Manfaat sujud diperkuat oleh pernyataan Prof. Hembing, yang berpendapat bahwa jantung, hanya mampu memasok 20% darah ke otak manusia. Untuk mencukupi kebutuhan darah ke otak, maka manusia membutuhkan rutinitas sujud.
  3. Menurut penelitian Prof. H.A Saboe yang berbangsaan German, sujud juga berguna untuk membentuk dan memperbanyak kelenjar susu pada payudara wanita hamil, sehingga produksi ASI akan bertambah banyak dan lancar.
  4. Sujud yang teratur sangat membantu untuk memperbaiki posisi bayi yang sungsang (mal presentasi). Di mana menurut Dr. Karno Suprapto, Sp.OG, dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, “Kemungkinannya kembali ke posisi normal, berkisar sekitar 92%. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal.” Itu sebabnya kini, banyak rumah sakit bersalin yang menganjurkan terapi sujud, bagi para wanita hamil.
  1. Gerakan Duduk

Duduk dalam shalat terbagi menjadi dua kategori yaitu posisi duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan posisi duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Ketika sedang duduk iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita. (http://www.alsofwah.or.id)

  1. Gerakan Salam

Gerakan salam adalah gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal, sebagai tanda ibadah shalat telah usai dilaksanakan. Gerakan salam ini berfungsi sebagai relaksasi otot sekitar leher dan kepala serta berguna untuk menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Karena itu, beribadah khususnya shalat lima waktu yang dilakukan secara khusyu’ dan kontinyu bukan hanya berfungsi untuk memperkuat iman, menentramkan hati, mencerdaskan akal, menajamkan tingkat spiritual seseorang, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Di samping, memperoleh ampunan, rahmat dan ridha Allah SWT. Semoga bermanfaat. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s